Jumat, 20 Januari 2012

Putri Keraton VS Jawara Bojong episode 3

Semenjak hari itu aku dan Raka menjadi teman baik, tidak seperti sebelumnya yang sering bertengkar dan saling mengejek. Tapi sayangnya kami menjadi akrab saat Raka sudah tidak disini lagi. Yaa ... Raka pindah sekolah, ia pindah ke salah satu daerah di Bogor tapi aku tidak tahu persis dimana daerah itu. Kami tetap berkomunikasi baik. Ia menceritakan semua pengalaman barunya di sekolah dan lingkungan barunya disana.

Disamping itu aku sangat merasakan kehilangan sosok Raka yang selalu ada di hari-hariku di sekolah. Tidak ada lagi orang yang menjadi teman bertengkarku, teman ejekanku dan teman yang selalu buat aku marah. Secara tidak langsung aku sangat merasa kehilangan Raka saat ini, dan aku sangat berharap aku dapat mengulang kembali waktu-waktu yang telah terlewat bersamanya.


Tak terasa sudah 6 bulan hari-hariku sepi tanpa Raka. Selain itu yang membuatku tambah sedih akhir-akhir ini, bahkan sudah hampir 2 bulan Raka tidak mengabarkan keadaannya disana. Ada apa dengannya ? aku sangat khawatir dengan keadaannya saat ini. Tak jarang pula aku bercerita kepada Bapak dan Ibu tentang ini. Mereka selalu bilang bahwa mungkin saja ia disana sedang sibuk dengan aktivitas dan kegiatannya, makanya ia tidak sempat memberikan kabar kepadaku. Hmm ... entahlah, yang jelas aku sangat khawatir dengan keadaannya.

Tiba-tiba aku terfikir,
“kenapa gak search di facebook aja ?” batinku memberi ide
Tanpa buang-buang waktu lagi aku segera mengambil laptopku dan langsung mengkoneksikannya dengan situs kegemaranku itu. Satu persatu aku mulai mencari dengan satu kunci yaitu namanya ‘Raka Putra’. Dengan percaya diri yang tinggi aku mulai mencari seluruh pengguna akun yang mempunyai nama seperti itu. Tapi tak satu pun dari para pengguna itu aku dapati sebagai Raka yang aku cari.

Sudah hampir 2 jam aku mencari akun Facebook miliknya tapi hasilnya NOL. Semua tenaga dan fikiranku habis terkuras didepan layar laptopku. Mata ini sudah mulai letih yang sedari tadi sacara terus-menerus melihat ke arah monitor. Mungkin pencarianku melalui facebook cukup sampai sini.
“Raka ... dimana kamu ?” tanyaku sambil melihat ke arah monitor laptopku dan secara tak sengaja air mataku menetes dan membasahi pipiku.

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah dengan menyandang sebagai murid kelas XII IPA 1. Suasana sekolah sama seperti biasanya, setiap awal tahun ajaran baru pasti ada MOS. Adanya kegiatan rutin disekolah itu tiap tahunnya memberikan hiburan tersendiri bagiku yang menyaksikan kejailan senior kepada juniornya.
“Vin, liat deh yang itu. Ganteng bangeet !” beritahu Santi ketika melihat sosok laki-laki yang menurutnya unik
“yang mana ?” tanyaku yang tidak tahu orang yang Santi maksud
“itu tuh ... yang pake kacamata biru” jawab Santi sambil menunjuk kearah orangnya
“mana sih ???” tanyaku lagi sambil mencari orang yang ia maksud
“yaampun Vina, masa anak seganteng itu gak keliatan sama lo ? itu tuh ...”jawab Santi kesal
“oh ...”ucapku sok tahu
“uda tau kan ? bener kan Vin ganteng banget ...” ucap Santi menyambung ucapanku tadi. Ketika Santi sedang curhat tentang si anak baru itu, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Secara spontan aku menoleh kearah pundakku dan melihat seorang laki-laki menggunakan seragam sekolah lain berdiri disampingku.
“maaf, mau tanya ruang guru dimana yah?” tanya orang itu kepadaku
Ketika akan menjawab Santi lansung menyambar menjawab pertanyaan orang itu.
“dari sini kamu lurus aja, kalo udah mentok belok kanan deh. Nanti disitu juga uda keliatan banyak guru-guru berkeliaran” jawab Santi centil
Melihat sikap Santi orang itu jadi heran dan jadi tercengang begitupun dengan aku.
“oh, baiklah terima kasih” ucap orang itu lalu segera menuju tenpat yang dituju
“yaampun Vin ... cowok tadi ganteng bangeeeeeeet !’ ucap Santi dengan gaya centilnya
“ha ? tadi kamu bilang yang pake kacamata yang ganteng, sekarang yang itu. Sebenernya yang mana sih ?” tanyaku bingung
“emang sih awalnya yang pake kacamata itu tapi sekarang mah yang itu aja deh. Gayanya itu loh Vin, euh ... keren abis !” jawab Santi lebay
“huss ! inget si Budi pacar kamu San. Mau dikemanain dia ?” ucapku menasehati temanku yang satu ini
“hemm ... dia kan sekarang lagi gak disini jadi boleh lah cuci mata ? hehe” jawab Santi ngeles
“yauda terserah kamu aja deh” balasku

Perbincanganku dengan teman lebayku ternyata tak terasa sudah berjalan setengah jam alias 30 menit. Bel masuk pun berbunyi, semua anak yang berada di luar segera masuk ke kelas masing-masing, begitupun dengan aku dan Santi yang sejak tadi berada dikoridor kelas.

Tingkah dan kelakuan Santi selalu bisa membuatku lupa semua tentang Raka. Karena kekonyolan dan humornya lah, tak heran jika aku menjadikannya teman terbaikku disekolah. Di kelas 3 ini ia duduk sebangku dengan pacarnya Budi, menurutnya kesempatan sekolah yang tinggal 1 tahun ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, termasuk dalam hal pacaran. Dia tidak mau menyia-nyiakan sisa-sisa masa sekolahnya tanpa sang pacar.
“Vin, jangan sedih yah sekarang lo gue tinggal duduk sendiri” ucap Santi lebay
“iya San, gak apa-apa. Puas-puasin dah sama pacarmu itu. Aku ikhlas dunia akhirat. Haha” jawabku ngawur
“kaya apaan aja kamu Vin pake dunia akhirat segala” sambung Budi yang sedaritadi menyimak percakapan kami berdua
“haha. Sekali-kali aku lebay kaya pacarmu kan gak apa-apa Bud” balasku mengejek
Belum sempat Budi membalas ejekkanku, bu Maria guru Fisika nan cantik itu masuk ke kelas.
“pagi anak-anak” sapa bu Maria dan secara serentak semua murid dikelas termasuk aku menjawab sapaan bu Maria
“sebelum memulai pelajaran hari ini, ibu akan memperkenalkan seorang murid baru pindahan dari Bandung ...” beritahu bu Maria
Sebelum bu Maria melanjutkan pembicaraannya semua murid dikelas menjadi heboh karena kedatangan murid baru dari luar kota.
“bu maaf, bukannya kalau sudah kelas 3 gak bisa terima murid baru lagi ?” tanyaku memotong pembicaraan bu Maria
Namun bu Maria tidak menjawab pertanyaanku dan langsung memanggil anak baru itu masuk. Ketika ia masuk aku tercengang melihat orang itu begitupun dengan Santi. Ternyata dia orang yang bertanya padaku tadi.
“selamat pagi, perkenalkan nama saya Doni Nugraha biasa dipanggil Doni. Saya murid pindahan dari SMAN 3 Bandung jurusan IPA. Salam kenal” ucap anak baru itu memperkenalkan diri
Semua cewek yang ada dikelas seolah terpaku pada murid baru itu termasuk Santi. Mereka seperti terhipnotis ketika anak baru itu sedang memperkenalkan diri.
“oke baiklah, cukup perkenalannya. Doni sekarang kamu cari tempat duduk yang kosong ...” ucap bu Maria sambil melihat-lihat sekeliling kelas sampai ia melihat kearah tempat dudukku
“nah, disana kamu duduk. Bersama Vina” sambung bu Maria meneruskan ucapannya
“baik bu” jawab Doni si anak baru itu
Akhirnya Doni duduk denganku, sesuai dengan perintah bu Maria. Semua cewek dikelas merasa iri denganku karena aku duduk sebangku dengan anak baru itu.
“hey, kamu yang tadi itu kan ? aku Doni” tiba-tiba orang itu memperkenalkan diri didepanku sambil menyodorkan tangannya
“iya. Aku udah tau kok, tadikan kamu ngenalin diri kamu didepan” jawabku santai tanpa membalas jabatan tangan yang ia tawarkan
“oh iya yah ? hehe. Oke, nama kamu siapa ?” tanya orang itu
“tadi kan bu Maria udah sebutin nama aku. Vina” jawabku agak jutek
“oh, oke. Salam kenal Vina” balas Doni dengan senyumannya yang membuatku sedi kit luluh dan aku balas dengan senyumanku

Persimpangan Anggrek Melati

Sebuah cahaya putih menuntunku kesebuah tempat yang sudah tidak asing lagi bagiku. Persimpangan jalan Anggrek dan Melati. Semakin ku ikuti, cahaya itu semakin cepat menjauhiku. Ku berjalan hingga berlari, dan ku terhenti ketika cahaya itu menghilang. Kumencari kemana arah cahaya itu pergi. Sampai aku sadari bahwa aku hanya sendiri, dengan baju gamis panjang selutut, tanpa memakai alas kaki. Ku terus menoleh kanan dan kiri berharap aku melihat cahaya yang dapat menarikku seperti sebuah magnet.

Letih kakiku setelah berjalan mengelilingi komplek perumahanku yang luasnya 3 kali luas lapangan sepak bola. Setiapku melangkahkan kaki, suasana sunyi dan dingin selalu mengikuti kemana pun aku melangkah. Seperti Voldemort pada film Harry Potter yang sering kulihat. Sampai akhirnya aku merasa sangat lelah, dan beristirahatlah ku di pos satpam yang terletak diujung jalan. Cuaca yang mendung diiringi dengan angin sepoi-sepoi membuat badan yang sedari tadi merasakan lelah, sekarang seperti terbang melayang. Semakin jauh aku terbang, semakin nyaman rasanya. Tinggi, semakin tinggi, dan paling tinggi sampai akhirnya aku terjatuh dan... aku terbangun, terbangun dari tidurku.


Ketika ku membuka mata, aku seperti orang linglung. Ku perhatikan keadaan sekitarku. Lemari, meja belajar, kaca, dan benda-benda lainnya. Lalu aku bergegas menghampiri jendela kamar dan melihat keadaan diluar. Ternyata suasananya seperti biasa, orang-orang lalu lalang menjalankan aktivitas di hari Minggunya. Melihat hal seperti itu, aku kembali ke tempat tidurku dan memikirkan mimpi itu. Mimpi yang kurasakan seperti nyata dan benar-benar ku alami.
“itu hanya mimpi ?” tanyaku dalam hati
Aku kembali mengingat-ingat mimpiku yang kurasakan seperti nyata. Suasana dan keadaannya pada saat itu sangat membuatku tidak percaya bahwa itu hanyalah sebuah mimpi, mimpi yang aneh.
“ani... ani... bangun, udah siang” panggilan mama membuyarkan lamunanku. Aku segera melihat jam dan ternyata waktu sudah menunjukkan jam setengah 8. Dengan santai aku keluar dari kamar menuju ruang keluarga lalu duduk di sofa yang sudah tidak ‘membal’ itu sambil menonton Doraemon, film kartun yang biasa ditayangkan pada Minggu pagi.
“udah bangunnya siang bukannya langsung bantuin mama beresin rumah, malah nonton TV” celetuk mama dengan nada ketusnya. Tanpa menunggu ocehan mama yang semakin panjang aku segera bangkit dan mencari kesibukan dirumah.

Seusai mengerjakan pekerjaan rumah, aku kembali ke kamarku. Merapihkan ruangan favoritku yang terlihat seperti kapal pecah. Buku berserakan dimana-mana, sprei yang sudah tidak lagi terpasang di tempat tidur dan seragam sekolahku yang tergeletak sembarangan. Sebelum memulai penataan ulang kamar, aku mengecek handphone ku yang sedari tadi belum ku sentuh.
1 new message
From : Kirana
Ni, hari ini jadi kan nemenin gue beli kado buat nyokap gue ?
Gue tunggu di persimpangan Anggrek Melati ya jam 11, GAK PAKE NGARET!!

“oh God! Kirana... gue lupa !!”
Begitu aku melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 10.20. Kaget, panik tiba-tiba menerjang pikiranku. Niat yang sebelumnya menjadikan kamarku surga yang nyaman bubar seketika seperti warga pedalaman desa yang sedang nonton Layar tancep lalu tiba-tiba datang hujan. Aku berlari segera memasuki kamar mandi.

Tidak seperti biasanya, sebelum pergi kemana pun aku selalu ribet memilih baju yang kiranya cocok dan pas dengan moodku, tapi tidak untuk kali ini. Wajahku yang biasanya dipolesi dengan beberapa make up, sekarang hanya bedak dan lipgloss.
“mau kemana kamu?” tanya mama begitu melihatku keluar dari kamar
“mau nganterin Kirana beli kado” jawabku sambil mengikatkan tali sepatu
“hem... giliran temennya minta tolong cepet, coba kalo mama yang minta tolong” ucap mama jutek
“selesai. Ma, aku pergi dulu” pamitku
Kupercepat langkahku menuju tempat yang sudah kami sepakati. Sesampainya disana ternyata Kirana belum datang. 5 menit... 8 menit... 10 menit... Kirana belum juga datang. Aku berdiri di bawah tiang penunjuk jalan Anggrek Melati. Aku melihat ke sekitar dan tiba-tiba suasana mendung mengingatkanku kembali pada mimpi itu. Suasana yang sama, cuaca yang mendung diiringi dengan angin sepoi-sepoi. Sepintas cahaya putih itu lewat terbesat didepanku. Ketika aku mencari kemana perginya cahaya itu seseorang menepuk pundakku, dan ternyata itu Kirana.
“Maaf telat, tadi abis nganterin ade gue les dulu”
“huuuuh... lo sendiri yang bilang GA PAKE NGARET tapi dia sendiri yang ngaret. Wuuuuuu... “
“maaf, maaf... hehe”
“yaudah berangkat sekarang yu, ntar keburu ujan”

Kirana mengajakku kesebuah pusat perbelanjaan yang berada tidak jauh dari pusat kota. Berbagai macam toko kami singgahi untuk mencari barang yang pas untuk kado sang mama.
“Kir, hampir semua toko yang ada disini udah kita masukin tapi sampe sekarang lo belum juga dapet barang yang lo mau” keluhku kelelahan.
“Hehe... gue belum nemu yang pas ni buat nyokap gue”
“Kalo ga ada yang pas?”
“Ya kita cari di mall lain”
Mendengar ucapan temannya itu Ani hanya bisa mengelus dada dan memaklumi sifat temannya yang ‘SHOPPAHOLIC’ itu. Ketika ingin keluar mall tiba-tiba Kirana berhenti pada suatu toko yang menjual aneka keramik dan pajangan.
“Ini dia yang gue cari!!” tunjuk Kirana pada suatu guci yang berbentuk seperti biola Spanyol.

Benda berukuran botol minum yang mempunyai bentuk sangat artistik berwarna dasar putih dengan goresan garis emas membentuk gambar sepasang angsa dengan background suasana disekitar sungai, sangat menarik perhatian temanku itu. Ketika Kirana menanyakan harganya aku hanya bisa terdiam medengarnya.
“oke mba, saya ambil yang ini. Tolong dibungkus kado ya mba”
Dengan cekatan penjaga toko tersebut membungkus barang tersebut menjadi sangat unik dan menarik. Melihat hasil karya sang penjaga toko, wajah Kirana menjadi lebih sumringah dan sangat senang. Setelah selesai dan membayarnya kami pun segera pergi meninggalkan toko.

Saatnya kembali ke rumah masing-masing, rumah Kirana yang berada di jalan Melati mengharuskan kami melewati persimpangan yang kini menjadi sesuatu yang misterius bagiku. Seusai berpamitan aku bergegas malangkahkan kakiku menjauhi tempat itu. Selama perjalanan aku merasakan seperti ada seseorang yang mengikuti langkahku. Semakin cepat, lebih cepat, dan sangat cepat, hingga akhirnya aku berlari dan sampailah didepan rumahku. Napas yang terengah-engah memunculkan keanehan pada mama ketika ku memasuki rumah.
“kenapa engap-engapan gitu? Dikejar anjing pak Bagyo lagi?” tanya mama
“ga ko ma, tadi udah mau ujan jadi daripada keujanan mendingan aku lari” jawabku kebingungan menanggapi pertanyaan mama.
Mendengar jawabanku itu menambah keanehan dipikiran mama, terlihat dari ekspresi raut wajahnyaitu. Tanpa menunggu mama berkata A sampai Z, aku langsung memasuki kerajaanku. Aku membantingkan badanku diatas surga duniaku, dan tiba-tiba saatku memejamkan mata mimpi itu kembali terlintas dibayanganku.
“aaaaaaahh... kenapa nongol lagi sih tuh mimpi! Pergi jauh-jauh deh dari gue!!!” teriakku.

Alunan lagu Hands up-nya 2 PM, boyband asal Korea ini membawaku kesuasana yang lebih nyaman dan bersemangat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang terus menerus dibayangi oleh mimpi tentang persimpangan Anggrek Melati itu. Sejak 2 hari yang lalu mimpi itu tidak datang lagi padaku, entah apa yang bisa menghilangkan mimpi itu dari pikiran dan juga bayangan tentang dunia malamku. Meskipun demikian mimpi yang membuatku paranoid itu masih membuatku sangat penasaran.
Apa makna dari mimpi-mimpi itu? Gue yakin ini bukan cuma kesengajaan belaka, buktinya mimpi itu muncul 3 kali berturut-turut. Sebenarnya ada apa?
Ingin rasanya mencari tahu makna dari mimpiku itu, tapi selalu saja terlintas dipikiranku kalau itu hanya akan membuang-buang waktuku saja.
“That’s just a dream, Ani. Everything it’s okay!” ucapku meyakinkan diri.

Aku kembali berada di persimpangan Anggrek Melati. Kali ini cahaya putih itu lalu lalang dihadapanku dengan sangat cepat sehingga membuatku kebingungan melihat pergerakannya yang seperti kilat. Aku memegangi kepalaku yang rasanya sangat pusing dan berat akibat melihat cahaya itu. Setelah kuperhatikan ternyata tidak hanya sebuah cahaya saja tapi ada banyak cahaya putih dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sebelumnya. Sekumpulan cahaya itu terbang melintasiku seperti sekumpulan lebah yang sedang marah, sampai akhirnya mereka pergi menuju jalan Melati. Ketika aku ingin mengejarnya, aku terperosok kesebuah lubang yang sangat dalam. Aku berusaha keluar dari lubang yang memiliki kedalaman yang cukup dalam bagiku itu. Segala usaha untuk keluar dari lubang itu sudah aku lakukan tapi hasilnya nihil. Rasa lelah sudah menyelimutiku, putus asa mulai kurasakan untuk keluar dari perangkap alam ini dan akhirnya aku hanya bisa tertunduk dan menangis menunggu keajaiban untuk keluar dari lubang ini. Saat aku meneggakkan kepala dan membuka mata ternyata akku berada dikamarku. Ternyata itu hanya mimpi, mimpi yang untuk kesekian kalinya mendatangiku. Kali ini mimpi itu terasa lebih seram dan menakutkan dibandungkan dengan yang sebelumya. Keringat mengucur deras dari seluruh tubuhku, sepertinya efek dari mimpi itu benar-benar dahsyat dan sangat terasa.

Dipagi buta aku terbangun mendengar suara rusuh orang-orang yang berada diluar rumah. Penasaran dengan yang terjadi diluar aku membuka jendela kamarku. Sekejap aku kaget melihat warga bergotong royong mengambil air yang ada dan membawanya keujung persimpangan Anggrek Melati. Aku bergegas keluar rumah dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Pikiranku kalut seketika saat melihat sumber yang membuat warga komplek menjadi sibuk dan panik. Jalan Melati kini terbalut dengan merahnya api yang sangat besar. Si jago merah itu mengamuk memakan semua rumah yang berada disana. Lalu aku langsung teringat dengan Kirana dan keluarganya yang tinggal di jalan itu.
“Ani, mau kemana kamu? Jangan kesana nak, berbahaya!!!” teriakkan bapak samar-samar terdengar olehku tapi aku tak memperdulikkannya.
Aku berlari kencang menuju jalan Melati dengan maksud mencari tahu keberadaan sahabatku dan keluarganya. Sesampainya aku di persimpangan Anggrek Melati, seseorang menahanku agar tidak meneruskan langkahku menuju jalan Melati.
“jangan kesitu nak, sangat berbahaya disana”
“tapi disana ada sahabat saya dan keluarganya. Saya hanya ingin memastikan mereka tidak apa-apa”
“percuma nak, semua warga yang tinggal di jalan Melati tidak ada yang tertolong”
Mendengar ucapan lelaki paruh baya itu, tubuhku lemas seketika. Aku terpuruk jatuh ketanah dan tidak sadarkan diri.

Kejadian di jalan Melati bermula dari konsleting arus pendek tiang listrik yang berada disana, sekejap semua rumah yang berada dijalan Melati terlalap si jago merah. Tidak ada yang sempat menyelamatkan diri dikarenakan kejadian itu terjadi diwaktu malam, waktu semua orang terlelap dalam tidurnya, begitupun dengan sahabatku, Kirana dan keluarganya. Sekarang aku tidak perlu memikirkan lagi apa makna dari mimpi-mimpi yang aku alami, karena semuanya sudah terjawab dengan jelas.

wanna be a GIRL




pengen berubah buat jadi cewe yang bener bener cewe ternyata ga segampang dan sesingkat yang gue bayangin selama ini.
keinginan gue buat jadi cewe kaya temen temen cewe gue maupun kaya cewe cewe laen yg gue liat bener bener udah mencapai puncaknya!

awal keinginan gue muncul ketika gue lagi berdiri didepan kaca dan tiba tiba gue ngerasa aneh sama diri gue (terutama penampilan). kebanyakan orang sekitar gue nganggep gue cewe yg CUEK dan gue pun ngerasa fine fine aja, tapi ga tau kenapa makin hari gue makin risih dengan gue yang seperti itu. rambut yg gatau apa modelnya, pake baju semau gue, dandan yg apa banget dan kebiasan kebiasan dari diri gue yg mungkin sekarang kurang gue suka buat gue RISIH.


someday... ketika gue hangout bareng temen temen gue, gue ngeliat dan merhatiin makin hari makin banyak loh cewe berkerudung dan tiba tiba aja gue pengen berkerudung.
sebenernya bukan itu alesan kenapa gue pake kerudung, semenjak gue lulus SMK gue udah pengen nutup aurat gue ini tapi kayanya gue belum siap. akhirnya pada suatu malam saat perjalanan menuju kediaman nenek gue yang saat itu sedang dalam suasana berkabung, tiba tiba terlintas difikiran gue...
"orang mati gada yang tau kapan, bisa besok, lusa atopun saat ini juga. sebelum gue mati gue mau memperbaiki diri dulu tentunya, slah satunya dengan MENUTUP AURAT"
nah... dari situ lah gue memutuskan untuk menutup aurat ato pake kerudung.
setelah gue pake kerudung pun cukup banyak loh, mulai dari ribet milih baju sebelum ngampus ato keluar sampe komentar jail dari temen temen gue, tapi gue coba buat ngadepin semuanya dengan SABAAAAAARR...

So, buat temen temen yang mau ngikutin jejak gue mangga silahkan.
ini semua bermanfaat banget buat lo dan lingkungan sekitar lo :)

Sabtu, 07 Januari 2012

LEUKIMIA [?]

GEJALA :

1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis. (sumber: href="http://xamthone-plus.net">)

kalo kalian ngalamin gejala gejala kaya diatas, lo mesti wajib baca ini !!!

LEUKIMIA

Leukemia; dalam bahasa Yunani leukos λευκός, "putih"; aima αίμα, "darah"), atau lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (istilah medis: neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.

Pada tahun 2000, terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.

== Klasifikasi ==
Leukemia dapat diklasifikasikan atas dasar:

Perjalanan alamiah penyakit: akut dan kronis
Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun bahkan ada yang mencapai 5 tahun.

Tipe sel predominan yang terlibat: limfoid dan mieloid
Kemudian, penyakit diklasifikasikan dengan jenis sel yang ditemukan pada sediaan darah tepi.
* Ketika leukemia memengaruhi [limfosit] atau sel limfoid, maka disebut [leukemia limfositik].
* Ketika leukemia memengaruhi sel mieloid seperti [neutrofil], [basofil], dan [eosinofil], maka disebut [leukemia mielositik].

Jumlah leukosit dalam darah
* Leukemia leukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat sel-sel abnormal
* Leukemia subleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, terdapat sel-sel abnormal
* Leukemia aleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak terdapat sel-sel abnormal

Prevalensi empat tipe utama
Dengan mengombinasikan dua klasifikasi pertama, maka leukemia dapat dibagi menjadi:
* [Leukemia limfositik akut] (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih
* [Leukemia mielositik akut] (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
* [Leukemia limfositik kronis] (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak
* [Leukemia mielositik kronis] (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit

Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.


== Patogenesis ==
Leukemia akut dan kronis merupakan suatu bentuk keganasan atau maligna yang muncul dari perbanyakan klonal sel-sel pembentuk [[sel]] darah yang tidak terkontrol. Mekanisme kontrol seluler normal mungkin tidak bekerja dengan baik akibat adanya perubahan pada kode [[genetika|genetik]] yang seharusnya bertanggung jawab atas pengaturan pertubuhan sel dan diferensiasi.

Sel-sel leukemia menjalani waktu daur ulang yang lebih lambat dibandingkan sel normal. Proses pematangan atau maturasi berjalan tidak lengkap dan lambat dan bertahan hidup lebih lama dibandingkan sel sejenis yang normal. (sumber : href="http://id.wikipedia.org"> )

Sabtu, 17 Desember 2011

Inspirasi dan Motivasi

tahukah kalian betapa pentingnya sebuah Inspirasi?

buat yang berpendapat kalo inspirasi itu ga terlalu penting ato ga penting, you WRONG baby !

mustahil orang hidup di dunia ini tanpa inspirasi. mungkin yang kebanyakan orang tau kalo inspirasi hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang kerjanya menguras pikiran ato hanya untuk para penulis aja.


hidup itu tanpa inspirasi gue rasa bakalan jadi FLAT, ga berwarna.

menurut gue inspirasi dalam hidup erat kaitannya dengan motivasi dalam hidup.

KENAPA???

dalam hidup seseorang pasti ingin maju dan ingin lebih unggul dari yang lainnya, maka dari itu manusia harus mempunyai INSPIRASI.

buat apa sih ???

inspirasi itu untuk memicu timbulnya sebuah motivasi.

tanpa disadari, kebanyakan penyebab munculnya sebuah motivasi pada seseorang itu karena ada yang menginspirasinya.

so kalau kalian ingin jadi orang yang lebih unggul dari yang lain, banyak2 lah mencari inspirasi dimana pun, kapan pun dan pada siapa pun.

tapi...

yang pasti be postive ya !